Uji Multikolinieritas
Multikolinieritas dapat dilihat pada tolerance value atu variance inflation factor (VIF). Apabila tolerance value dibawah 0,10 atau nilai VIF diatas 10 maka terjadi multikolinieritas (Ghozali, 2009)
Table 3
Hasil Uji Multikolinieritas
Model
|
Collinearity Statistics
|
Tolerance
|
VIF
|
1 (Constant)
Pengabdian terhadap profesi
Kewajiban Sosial
Kemandirian
Keyakinan Terhadap Profesi
Hubungan Sesama Profesi
Etika Profesi
|
,945
,763
,709
,905
,927
,937
|
1,058
1,311
1,411
1,105
1,079
1,067
|
Uji Hipotesis
Uji F
Uji F digunakan untuk menguji tingkat signifikansi koefisien regresi variable indepen secara simultan terhadap variable dependen, yaitu dengan memperhatikan signifikan uji F pada output perhitungan dengan tingkat alpha sebesar 5%. Jika nilai signifikan uji F lebih kecil dari 5% maka terdapat pengaruh antara semua variable independen terhadap variable dependen.
Tabel 4
Hasil Uji F
Model
|
Sum of Squares
|
df
|
Mean Square
|
F
|
Sig.
|
1 Regression
Residual
Total
|
748,730
1128,464
1877,195
|
6
50
56
|
124,788
22,569
|
5,529
|
a
,000
|
a. Predictors: (Constant), Etika Profesi, Kewajiban Sosial, Keyakinan Terhadap Profesi, Hubungan Sesama Profesi, Pengabdian Terhadap Profesi, Kemandirian
b. Dependent Variabel: Tingkat Materialitas
Sumber : Data Diolah SPSS
Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variable independen secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variable dependen, yaitu dengan memperhatikan signifikan uji t pada output perhitungan dengan tingkat alpha sebesar 5%. Jika nilai signifikan uji t lebih kecil dari 5% maka terdapat pengaruh antara semua variable independen terhadap variable dependen.
Table 5
Hasil Uji t
Model
|
Unstandardized Coefficients
|
Standardized
Coefficients
|
t
|
Sig.
|
B
|
Std. Error
|
Beta
|
1 (Constant)
Pengabdian terhadap profesi
Kewajiban Sosial
Kemandirian
Keyakinan Terhadap Profesi
Hubungan Sesama Profesi
Etika Profesi
|
14,774
,054
,054
,826
,805
,125
1,575
|
11,243
,228
,260
,333
,289
,175
,329
|
,027
,026
,323
,322
,081
,543
|
1,314
,236
,207
2,480
2,791
,713
4,791
|
,195
,815
,837
,017
,007
,479
,000
|
a. Dependent Variabel: Tingkat Materialitas
Pengaruh pengabdian terhadap profesi terhadap tingkat materialitas.
Dari hasil pengujian hipotesis variable pengabdian terhadap profesi diperoleh nilai p value sebesar 0,815 dan thitung 0,236. Oleh kerena p value lebih besar dari 0,05, maka pengabdian terhadap profesi tidak berpengaruh terhadap tingkat materialitas.
2. Pengaruh kewajiban sosial terhadap tingkat materialitas.
Dari hasil pengujian hipotesis variable kewajiban sosial diperoleh nilai p value sebesar 0,837 dan thitung 0,207. Oleh karena p value lebih besar dari 0,05, maka kewajiban sosial tidak berpengaruh terhadap tingkat materialitas.
3. Pengaruh kemandirian terhadap tingkat materialitas
Dari hasil pengujian hipotesis variable kemandirian diperoleh nilai p value sebesar 0,017 dan thitung 2,480. Oleh karena p value lebih besar dari 0.05, maka kemandirian berpengaruh terhadap tingkat materialitas.
4. Pengaruh keyakinan terhadap profesi terhadap tingkat materialitas
Dari hasil pengujian hipotesis variable keyakinan terhadap profesi diperoleh nilai p value sebesar 0,007 dan thitung 2,791. Oleh karena p value lebih besar dari 0.05, maka keyakinan terhadap profesi berpengaruh terhadap tingkat materialitas.
5. Pengaruh hubungan sesame profesi terhadap tingkat materialitas.
Dari hasil pengujian hipotesis variable hubungan dengan sesame profesi diperoleh nilai p value sebesar 0,479 dan thitung 0,731. Oleh karena p value lebih besar dari 0.05, maka hubungan dengan sesame profesi tidak berpengaruh terhadap tingkat materialitas.
6. Pengaruh etika profesi terhadap tingkat materialitas.
Dari hasil pengujian hipotesis variable etika profesi diperoleh nilai p value sebesar 0,000 dan thitung 4,791. Oleh karena p value lebih besar dari 0.05, maka etika profesi berpengaruh terhadap tingkat materialitas.
Hasil Persamaan Regresi
Tabel 6
Hasil Persamaan Regresi
Model
|
Unstandardized Coefficients
|
B
|
Std. Error
|
1 (Constant)
Pengabdian terhadap profesi
Kewajiban Sosial
Kemandirian
Keyakinan Terhadap Profesi
Hubungan Sesama Profesi
Etika Profesi
|
14,774
,054
,054
,826
,805
,125
1,575
|
11,243
,228
,260
,333
,289
,175
,329
|
a. Dependent Variable: Tingkat Materialitas
Sumber : Data Diolah SPSS
Y= 14.774 + 0,054 X1 + 0,054 X2 + 0,826 X3 + 0,504 X4+ 0,125X5+ 1,575X6
Analisis Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) mengukur berapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variable independen.
Table 7
Hasil Koefisien Determinasi (R2)
Model
|
R
|
R
Square
|
Adjusted
R
Square
|
Std.
Error of
the
Estimate
|
1
|
a
,632
|
,399
|
,327
|
475,071
|
a. Predictors: (Constant), Etika Profesi, Kewajiban Sosial, Keyakinan pada Profesi, Hubungan Sesama Profesi, Pengabdian
pada Profesi, Kemandirian b. Dependent Variable: Tingkat Materialitas
Sumber : Data Diolah SPSS
PEMBAHASAN
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variable pengabdian terhadap profesi yang dimasukkan dalam regresi tidak berpengaruh terhadap tingkat materialitas. Hal ini diketahui bahwa nilai pengabdian terhadap profesi (sign t) 0,815 > 0,05. Selain dilihat dari nilai probabilitas, pengabdian terhadap profesi dapat pula dilihat dari nilai thitung, dan diketahui nilaithitung, 0,236 < ttabel 2,008, artinya pengabdian terhadao profesi secara parsial tidak berpengaruh terhadap tingkat materialitas. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Rifqi (2008) yang menyatakan bahwa pengabdian terhadap profesi tidak berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variable kewajiban sosial yang dimasukkan dalam regresi tidak berpengaruh terhadap tingkat materialitas. Hal ini diketahui bahwa nilai kewajiban sosial (sign t) 0,837 > 0,05. Selain dilihat dari nilai probabilitas, kewajiban sosial dapat pula dilihat dari nilai thitung dan diketahui nilai thitung 0,207 < ttabel 2,008, artinya kewajiban sosial secara parsial tidak berpengaruh terhadap tingkat materialitas. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi dan Mardiyah (2006) yang menyatakan bahwa kewajiba sosial tidak berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variable kemandirian yang dimasukkan dalam regresi berpengaruh terhadap tingkat materialitas. Hal ini diketahui bahwa nilai kewajiban sosial (sign t) 0,017 < 0,05. Selain dilihat dari nilai probabilitas, kemandirian dapat pula dilihat dari nilai thitung dan diketahui nilai thitung 2.480 > ttabel 2,008, artinya kemandirian secara parsial berpengaruh terhadap tingkat materialitas. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Theresia dkk (2003) dan Rahmawati (1997) yang menyatakan bahwa kemandirian berpengaruh terhadap pertimbangan materialitas.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variable keyakinan terhadap profesi yang dimasukkan dalam regresi berpengaruh terhadap tingkat materialitas. Hal ini diketahui bahwa nilai keyakinan terhadap profesi (sign t) 0,007 < 0,005. Selain dilihat dari nilai thitung dan diketahui nilai thitung 2,791 > ttabel 2,008, artinya keyakinan terhadap profesi secara parsial berpengaruh terhdap tingkat materialitas. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Rifqi (2008) yang menyatakan bahwa keyakinan terhadap profesi berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variable hubungan sesame profesi yang dimasukkan dalam regresi tidak berpengaruh terhadap tingkat materialitas. Hal ini diketahui bahwa nilai hubungan sesame profesi (sign t) 0,479 > 0,05. Selain dilihat dari nilai probabilutas, hubungan sesama profesi dapat pula dilihat dari nilai thitung dan diketahui nilai thitung 0,713 <ttabel 2,008, artinya hubungan sesama profesi secara parsial tidak berpengaruh terhadap tingkat materialitas. Hasil penelitian ini sehalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Rifqi (2008) yang menyatakan bahwa hubungan sesame profesi tidak berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variable etika profesi yang dimasukkan dalam regresi berpengaruh terhadap tingkat materialitas. Hal ini diketahui bahwa nilai etika profesi (sign t) 0,000 < 0,05. Selain dilihat dari nilai probabilitas, etika profesi dapat pula dilihar dari nilai thitung dan diketahui nilai thitung 4,791 > ttabel 2,008, artinya etika profesi secara parsial berpengaruh terhadap tingkat materialitas. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Arleen Herawaty dan Yulius Susanto (2009) yang menyatakan bahwa etika profesi berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh kesimpulan sebagai berikut Secara simultan Profesionalisme Auditor dan Etika Profesi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Tingkat Materialitas. Sedangkan secara parsial variable Profesionalisme Auditor yang terdiri dari Pengabdian Pada Profesi, Kewajiban Sosial, Kemandirian, Keyakinan Pada Profesi, Hubungan Sesama Profesi, ada tiga variable yang berpengaruh terhadap tingkat materialitas yaitu : Kemandirian, keyakinan terhadap profesi, dan etika profesi. Sedangkan pengabdian terhadap profesi, kewajiban sosial dan hubungan sesame profesi tidak berpengaruh terhadap tingkat materialitas.
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Sukrisno (2004). Auditing Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik . Jakarta: LPEE_UI.
Ghozali, Imam. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progaram SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro.
Hastuti, Dwi, Theresia, dkk, Hubungan Antara Profesionalisme Auditor Dengan Pertimbangan Tingkat Materialitas Dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan, Simposium Nasional Akuntansi VI, Jakarta, 2003.
Herawaty, Arleen dan Yulius Kurnia Susanto. Profesionalisme, Pengetahuan Akuntan Publik dalam Mendeteksi Kekeliruan, Etika Profesi dan Pertimbangan Tingkat Materialitas. The 2nd National Conference UKWMS, Surabaya, 2009.
Indriantoro, Nur, Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen Ed 1, BPFE, Yogyakarta, 1999.
Rahmawati, Hubungan antara Profesionalisme Internal Auditor dengan Kinerja Tugas, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Keinginan Untuk Pindah, Tesis S2 Program Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 1997.
Rifqi, Muhammad, Analisis Hubungan Antara Profesionalisme Auditor Dengan Pertimbangan tingkat Materialitas Dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan, Jurnal Fenomena, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, 2008.
Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian. Bandung. Penerbit: CV. Alfabeta, 2007.
Sumarsono, Metode Penelitian Akuntansi, Beserta Contoh Intepretasi Hasil Pengolahan data. (2002).
Syahrir, Analisis Hubugan Antara Profesionalisme Akutan Publik Dengan Kinerja, Kepuasan Kerja, Komitmen, dan Keinginan Berpisah, Tesis S2, Fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 2002.
Wahyudi, Hendro dan Aida Ainul Mardiyah. Pengaruh Profesionalisme Auditor terhadap Tingkat Materialitas dalam Pemeriksaan Laporan Keuangan Simposiun Nasionala Akuntansi IX Padang, 2006.
Kelompok
Kelas : 4EB14
1. Dwi Indah Nurvitriani (22211241)
2. Hidayat (23211274)
3. Ona Sendri Imelda K (25211469)
4. Rina Mega Ardita (28211730)
5. Sri Novita Elsa (26211873)
6. Resty Puji Riati (26211010)
7. Geavany Adisty Napalia (23211019)
8. Khairunnisa Ain Sholihah (23211963)
9. Bimo Wicaksono (21211496)
10. Tria Oktaviani (28211744)